بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. . .

           
 Mudah - mudahan dengan posting ini akan memperkuat iman kita serta mengingatkan akan pentingnya Ketulasan Hati dalam melakukan suatu ibadah. . . Saya akan menggambarkan keTulusan hati itu melalui sebuah kisah antara Kepandaian dan ketulusan hati. . .



            Pada suatu hari, Hasan Al-Basri pergi mengunjungi Habib Ajmi, seorang sufi besar lain. Pada waktu salatnya, Hasan mendengar Ajmi banyak melafalkan bacaan shalatnya dengan keliru.

Oleh karena itu, Hasan memutuskan untuk tidak salat berjamaah dengannya. Ia menganggap kurang pantaslah bagi dirinya untuk salat bersama orang yang tak boleh mengucapkan bacaan salat dengan benar.
            Di malam harinya, Hasan Al-Basri bermimpi. Ia mendengar Tuhan berbicara kepadanya, “Hasan, jika saja kau berdiri di belakang Habib Ajmi dan menunaikan salatmu, kau akan memperoleh keridaan-Ku, dan salat kamu itu akan memberimu manfaat yang jauh lebih besar daripada seluruh salat dalam hidupmu. Kau mencoba mencari kesalahan dalam bacaan salatnya, tapi kau tak melihat kemurnian dan kesucian hatinya. Ketahuilah, Aku lebih menyukai hati yang tulus daripada pengucapan tajwid yang sempurna.

           Dari kisah ini, bukan berarti, kepandaian/kecakapan tidak perlu dalam suatu ibadah justru kecakapan dan kepaiaan sangat diperlukan, tetapi kita perlu ingat akan kedudukn anatara  Ketulusan Hati dengan Kecapakan dalam melakukan ibadah.. ..

wallahualam ...
wassalam.. . .