Para pakar yang mengevaluasi risiko kanker mengatakan bahwa ponsel mungkin bisa menyebabkan kanker otak.

“Setelah meninjau semua bukti yang tersedia, IARC mengklasifikasikan medan elektromagnetik frekuensi radio sebagai memiliki sifat karsinogenik pada manusia,” kata ketua tim peneliti Jonathan Samet, MD, yang juga seorang pejabat di USC Keck School of Medicine.


“Kami mencapai kesimpulan ini berdasarkan bukti yang menunjukkan peningkatan risiko glioma, jenis kanker otak ganas, dalam hubungannya dengan penggunaan telepon seluler.”

Namun hasil penelitian ini baru menunjukkan adanya kemungkinan. Menggunakan ponsel mungkin atau mungkin tidak menyebabkan bentuk spesifik dari kanker otak yang disebut glioma.
Temuan ini berarti bahwa penelitian lain sangat dibutuhkan untuk mengetahui apakah ponsel benar-benar menyebabkan kanker, dan bagaimana mekanisme penyebabnya.

IARC memperkirakan sekitar 5 miliar orang di seluruh dunia memiliki ponsel. Paparan medan magnet terjadi paling kuat terutama ketika ponsel diletakkan dekat kepala.
Anak-anak akan memiliki risiko lebih tinggi, bukan hanya karena tengkorak mereka lebih tipis, tetapi juga karena waktu total paparan yang lebih lama dibanding orang yang mulai menggunakan ponsel saat telah dewasa.

Namun, sangat penting pula untuk menempatkan risiko karsinogenik ponsel dalam perspektif yang utuh.
Kurt Straif, MD, PhD, MPH, Kepala Program Monograf IARC, mencatat bahwa selain ponsel, IARC juga mencatat 240 agen sebagai “mungkin karsinogenik,” termasuk diantaranya cairan dry cleaning dan beberapa pestisida yang umum digunakan.
Sementara IARC tidak membuat rekomendasi kepada konsumen, setiap orang dapat mengambil tindakan pencegahan.
“Paparan ponsel tertinggi berasal dari penggunaan ponsel untuk menelpon. Saat ber-SMS atau menggunakan hands-free, maka tingkat paparan akan lebih rendah setidaknya 10 kali lipat,” kata Straif.


sumber : Radiasi Hp terhadap otak