JUARA I LOMBA PUISI "RAMADHAN"

Salam Rindu
 Oleh Intan Putri Yana


Tik, tok, tik, tok, tik, tok…
Suara jarum jam bergulir pelan
Tanda rintik waktu terus berjalan
Hati pun tak tertahankan

            Sejengkal lagi…
Kesibukan akan terhelai oleh kebersamaan
            Kesunyian akan terhanyutkan oleh keramaian
            Keacuhan akan terpangkas oleh saling berbagi
            Bukankah semua rindu akan hal ini?

Kini rasa sudah meresapi
Betapa rindu yang yang tak bertepi
Akan datangnya bulan yang kunanti
Bulan yang penuh rahmat nan suci

Kali ini…
Dari sudut ruangan yang sunyi
Kularutkan rindu dengan lantunan ayat suci
Diikuti doa kepada sang Illahi
Ya Allah, sampaikan aku pada Ramadhan tahun ini

Minggu, 5 Juni 2016

***


JUARA II LOMBA PUISI "RAMADHAN"


Tamu Istimewa
Oleh Deriwana
Malam menanti bulan
Jiwa  menanti kedatangannya
Menanti hadirnya tamu yang dirindukan

Detik-detik penantian telah tiba
Pintu syakban terketuk
Dan sang tamu telah datang

Berbahagialah
Tamu kita datang membawa hadiah
Kado kecil segudang berkah
 Dari Allah yang Maha Pemurah

Dia telah datang
Sambutlah ia dengan riangmu
Dekati ia dengan imanmu
Jamulah ia dengan amal terbaikmu
Dan izinkan ia menyenangi hatimu
Dengan Memberimu sebuah hadiah bernama taqwa


***


JUARA III LOMBA PUISI "RAMADHAN"




Dunia… Lihatlah Palestina 
Oleh Ria Mawaddah


Telah berlabuh bulan Ramadhan
Mengantarkan salam kedamaian
Umat muslim bergerombol menuju kesucian
Terdengar kumandang adzan tuk penuhi panggilan
Surau-surau penuh dengan lantunan Al-Qur’an

Hidangan makanan masuk ke perut dengan penuh kerakusan
Bertaburan acara televisi yang melalaikan
Rumah Allah penuh dengan histeria petasan
Hari demi hari dijalankan tanpa keikhlasan
Dunia… Lihatlah Palestina

Kelopak matamu terpejam dengan penuh kehangatan
Sampai fajar tiba Kau telah lupa ingatan
Puasa hanya menahan lapar tanpa pengamalan
Berbuka dan sahur hanya serimonial keagamaan
Dunia… Lihatlah Palestina

Lihatlah Palestina
Ramadhan seakan menjadi pukulan
Surau dan masjid diporak-porandakan
Bom dan ledakan mengiringi kumandang adzan
Tak ada ta’jil atau santapan Ramadhan
Hanya air mata yang menjadi menu ketidakberdayaan

Darah dan nanah tak dihiraukan
Puasa dengan tabah dan penuh keridhaan
Tangis mengantarkan buah jiwa ke toko kematian
Tangki-tangki Israel bak televisi perlawanan
Prajurit Israel bak syaitan yang yang merampas kehidupan
Hanya langit dan batu yang menjadi pengharapan

Lihatlah Palestina
Ramadhan dijalankan dengan kesyukuran bukan kekufuran
Syahid di medan perang bukan di atas ranjang keniscayaan
Mendapat derajat mulia bukan derajat kehinaan
Apa yang dilakukan dunia untuk Ramadhan
Penuh dengan keluhan atau penuh perjuangan

Dunia… Lihatlah Palestina


Mataram, 26 sya'ban 1437 H (2 Juni 2016)