"Disaat teman-temannya berlomba menghabiskan 1700 banksoalnya, atau berpusing-pusing membahas soal pendalaman materi yg diberikan tadi pagi, di depan kolong meja ia sibuk memainkan iPadnya,

tapi tunggu.. bukan permainan yang ia buka, bukan multiponk atau towerdefense dimainkannya, ternyata jarinya lihai dan matanya tajam membaca baris tulisan arab dilayar tabletnya..

Oh ternyata... si putih abu-abu yg berhitung hari menghadapi UN, dan bertegang hati menghadapi SNM/SBMPTN ini sedang membuka kitab al-wajiz al fiqhi karangan syaikh al-badawi, kitab aslinya ya akhi, tenggelamlah ia meresapi tulisan arab gundul dihadapannya...


(R 104, di awal 2013)
.
.
.
.
"Atau ini dia, sepotong kisah di suatu bimbingan belajar di pusat kota jogja. Di penghujung waktu berseragam putih abu-abu.

Di suatu sore, pada jeda sesi pelajaran, saat peserta lain sedang sibuk membahas soal atau menyalin catatan, si kacamata ini, seorang pelajar sebuah SMA negeri top di kota jogja, menghampiri temannya, lantas mengambil mushaf alqur'an yang hampir selalu ia bawa di bajunya.

Mulailah ia mengajak, atau bahkan memaksa agar si kawan yang ia hampiri mau menyimak hafalannya. Ya, terucaplah kemudian hafalan qur'annya di ruangan kelas itu, di keramaian kelasnya, diantara siswa-siswa lainnya.
Sayup-sayup suara hafalan menggema ke ruangan kecil itu, menghampiri telinga setiap yang mendengarnya, seolah mencolek siswa-siswa tuk melihat ke asal suara.

Si penyimakpun nervous luar biasa, menyimak hafalan kawannya di ruangan bimbel, kagum namun tak habis pikir dengan nyali dan polah kawannya.

Hingga kemudian datang seorang siswi dari SMA lain dan melihat apa yg si kacamata lakukan. Ternyata siswi ini kawan lama si kacamata, kawan di SMP yg terpisahkan oleh SMA.

Melihat apa yg si kacamata lakukan, si siswi ini berkata kepada kawan lamanya itu:

"Eh *b*l, kamu sekarang kok jadi gini?????"

Haha, ternyata oh ternyata, si kacamata ini sudah sangat berbeda dengan masanya di SMP dulu.

Tapi bukan itu, seandainya pun kita lupakan latar belakang SMP nya, seandainya pun ia hanya anak SMA biasa, apa yang ia lakukan saat itu, sudah cukup membuat kita bertanya:

"Aneh" banget ni anak, "untuk apa" siswa kelas 3 SMA, di masa menjelang ujian, justru "tersibukkan" dengan hafalan qur'an? Eh apaan tu "ngapalin qur'an"? Apa hubungannya sama lulus UN sama keterima SBM?

=====
Dua cerita di atas adalah realita, ketika disini kami berpusing dan bercemas bagaimana menembus jurusan ini, fakultas ini, kampus itu.. disana Allah karuniakan ketenangan kepada hati kepada yg Ia kehendaki, kepada segelintir saja.
Bukan maksudnya tidak belajar, bukan! Dua tokoh di cerita di atas pun juga belajar...

Tapi kita bercerita bagaimana kemudian nikmat yang Allah berikan, berupa ketenangan menatap masa depan, besarnya rasa tawakkal dan khusnudzon kepada Allah setelah berikhtiar..

Kita bercerita, tentang sebuah kenikmatan bagi pelajar SMA, yang masih dibuat peduli dengan agamanya, ketika ia mengetahui, apa yang akan ia hadapi selepas manisnya SMA adalah dunia luar nan penuh ujian,

Pada masa yang panjang itu, menemukan dan kokoh di atas jalan kebenaran, tidak pernah semudah cerita Dora menemukan rumah neneknya. Haha.
_________________________

Apa kabar si pembuka iPad? Alhamdulillah beliau kemudian diterima di teknik kimia UGM, di jalur undangan. Biasa aja? Nggak, kelas 1-2 ia adalah orang sibuk di sekolahnya.

Urusan ngajinya? Lulus SMA, beliau langsung diterima di salah satu ma'had mahasiswa di sekitar UGM. Di tahun pertama kuliahnya, ia sudah menjadi alumni ma'had tersebut.

Apa kabar si kacamata? Alhamdulillah sebentar lagi insyaAllah ia menjadi sarjana kedokteran di satu kampus terkenal di jawa tengah.

Hafalannya? Jangan tanya, bermodalkan hampir nol ketika masuk SMA, kini setidaknya alfatihah sampai surat dgn huruf muqoto'ah terpanjang sudah ia hafalkan.

Biasa aja? Nggak juga, dia anak super duper sibuk di SMA. Menghafal qur'an intensif pun baru ia mulai di SMA, di tengah puncak kesibukannya. Karena kemudahan itu tdk ditentukan longgar/
sibuknya waktu, tapi keberkahan yang Allah berikan.
_


______
dicopas dari grup Line. 2 cerita tentang anak SMA yang luar biasa, yg semakin sulit ditemukan di zaman ini...
(Via Majeed Reporters Dawah)