Setiap masa punya cerita, dan setiap hati pasti memiliki tambatan hati. Banyak hal yang diutarakan jika berbicara mengenai “CINTA”, ya cinta !!. Hidup rasanya sangat kaku dan tidak berwarna jika tanpa Cinta. Itu memang benar, dan diri ini merasakannya !
Bulan Agustus 2014  menjadi awal kisah itu bermula. Saat itu sosok wanita yang berasal dari pelosok sedang sibuk mengurus berkas-berkas untuk mendaftar di Salah satu Universitas terbaik di NTB.
Demi sebuah cita-cita ia bertekad untuk meninggalkan desa tempat ia dibesarkan. Demi sebuah cita-cita dia rela meninggalkan nenek dan kakek yang selama ini tinggal bersamanya. Wanita ini bukanlah orang yang kaya, juga bukan pula orang yang miskin. Sederhana, ya dia wanita sederhana namun memiliki sejuta cita dan impian.
Kisahnya benar-benar bermula saat dia berada di sebuah kota tempat Universitas terbaik itu berada. Dia bukan tidak mengenal yang namanya cinta, dia pernah berpacaran. Berpacaran hanya melalui via telefon dan sms, itu buruk ! entahlah. Saat menjalaninya kebaikan dan keburukan itu sulit untuk ia bedakan.
Wanita yang berusia 17 tahun itu sampai disebuah kota. Meninggalkan desa tercinta rasanya berat, walau nantinya akan kembali pulang namun entahlah waktu rasanya berjalan begitu sangat lama. Saudaranya menjemput ia di depan Kos.
“Kau sudah datang, mana barang-barangmu akan aku bawa,” Ucap Nana yang merupakan anak dari kakak sang ibu
Ia tinggal di kota tersebut bersama sepupunya yang bernama Nana. Ketika tiba di Kos, dirinya berbaring kemudian menuju kamar mandi untuk  membersihkan badan yang telah cukup lelah dan berkeringat saat di bus.
Dirinya telah rapi dan bergegas keluar menuju teras kos. Dilihatnya Nana dan teman-temannya sedang duduk dan bercanda ria. Wanita itu berjalan, kearah sepupunya.
“Neli, mari bergabung bersama kami,” ucap teman dari sepupunya Nana
Neli berjalan kearah Nana dan teman-temannya, dilihatnya lelaki yang dulu ia kagumi.
“Ternyata dia ada disini,” Ucapnya dalam hati
Dirinya yang sangat mengagumi sosok itu merasakan hal yang berbeda ketika harus berbicara dan duduk bersama. Rasa canggung dan tingkah yang cenderung kaku serta perasaan yang sulit untuk diungkapkan begitu meresahkan hati.
Kak Rangga adalah panggilan untuk sosok yang ia kagumi. Ya, umur dirinya dengan lelaki yang ia kagumi lebih tua darinya. Walau begitu, dia tetap saja merasa kagum dengan sosok itu. Wajah yang tanpan dan berbakat dalam bermain gitar membuat wanita sepertinya tertarik dengan lelaki seperti kak Rangga.
Sejak pertemuan hari itu, dirinya mulai dekat dengan kak Rangga. Dirinya dan sosok lelaki yang ia kagumi selalu berkomunikasi entah itu melalui via sms, atau kak Ranggalah yang datang untuk berbicara langsung.
Dia dan sosok lelaki itu mulai dekat. Perasaan antara keduanyapun mulai tumbuh.
Ya, saat itu malam tiba. Kak Rangga datang kekos, dan menyatakan perasaannya. Entahlah perasaan wanita itu ketika lelaki yang dikagumi mengungkapkan perasaannya langsung  dihadapannya. Ia gugup, karena kak Rangga menghampirinya langsung.
Dilema, gugup, semua perasaan dihatinya begitu semerawut. Entahlah namun ia bingung kata apa yang akan ia ucapkan.
Dipikiran wanita itu saat lelaki yang ia kagumi datang menghampirinya adalah sosok kakek dan nenek yang ada di desa. Antara cinta dan cita-cita. Hal itu membuatnya semakin dilema.
Wanita itu menolak, ya menolak cinta lelaki yang selama ini ia kagumi. Ia ingin fokus , walau sebenarnya perasaanya hancur.
Kisah itu menjadi pelengkap cerita dalam perjalanannya menuju cita-cita.
Waktu berjalan , meninggalkan cerita yang begitu membuat dirinya sedikit menyesal. Saat itu dia diterima di Universitas Terbaik di NTB.
Masa OSPEKpun tiba, wanita itu sangat bahagia. Akhirnya keinginan untuk kuliah dapat tercapai, Alhamdulillah. Dirinya begitu bersyukur, suasana baru dan teman baru membuat dirinya bersemangat kala mengikuti OSPEK.
Pandangannya mengarah pada sosok lelaki yang berdiri diantara mahasiwa baru yang mengikuti OSPEK. Dalam sebuah gedung yang amat besar tersebut berkumpul seluruh mahasiwa baru, padangannya tertuju pada sosok lelaki yang berperawakan tinggi dengan kulit yang berwarna sawo matang. Entahlah, itu menurutnya. Wanita itu kembali mengagumi sosok lelaki, namun menurutnya ini berbeda, sosok lelaki yang ia kagumi ini tidak banyak berbicara. Sebuah anggapan dasar yang begitu membuat dirinya mengagumi lelaki yang bearada antara barisan mahasiswa baru.
Wanita menyukai lelaki yang tidak banyak berbicara, lelaki dengan sosok yang demikian merupakan kriteria bagi dirinya. Lelaki yang ia kagumi itu berada didereten mahasiwa dari fakultas Ekonomi, anggapannya adalah bahwa lelaki itu adalah mahasiwa dari fakultas ekonomi.
Masa-masa OSPEK rasanya meninggalkan cerita yang indah. Karena dari OSPEK tersebut ia bisa mengenal orang seperti mereka, ya mereka adalah sosok yang berkerudung besar, memiliki keyakinan yang kuat dalam agama serta ilmu yang memumpuni. Ia ingin belajar banyak dari mereka, sampai pada akhirnya wanita ini benar-benar dekat dengan sosok dari kalangan seperti mereka. Namanya Rosita, salah satu wanita yang berkerudung lebar di kampus tersbeut, kak Rosita merupakan kakak baru bagi wanita ini. Ya Melalui kak rosita Ia belajar banyak tentang ilmu agama, dirinya sering diajak untuk mengikuti kajia-kajian Islami dan itu menambah ilmu baru bagi dirinya yang sangat awam tentang ISLAM.
Wanita ini kembali bertemu dengan lelaki yang pada saat OSPEK ia kagumi. Ya, lelaki yang ia kagumi itu ternyata satu fakultas dengan dirinya. Senang, bahagia. Tentu ! saat itu ia berada di kantin yang berada di fakultas, di tempat itulah dia bertemu dengan sosok yang ia kagumi.
Saat itu dia sedang menikmati makanan yang ada di kantin, sembari duduk di kursi yang telah disediakan. Ternyata lelaki itu duduk di sampingnya, kursi yang berada dikantin memang berukuran panjang dan bisa diduduki oleh 2 atau 3 orang.
Lelaki itu megajak dirinya berkenalan, dan meminta nama facebook si wanita.
Semenjak saat itu dia mulai dekat. Melalui via sms dan telepon mereka berkomunikasi. Lelaki itu berbeda, perasaanya kepada lelaki itu tumbuh, perasaan CINTA. Entahlah ia tidak tahu apakah lelaki itu memiliki perasaan yang sama atau tidak dengan dirinya.
Namun pada malam itu, lelaki yang ia kagumi menyatakan perasaanya, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Namun lagi-lagi dia bimbang. Disatu sisi perasaannya untuk lelaki itu sangat besar disisi lain ada sesuatu yang mengganjal dihati dan pikiranya. Kebimbangannya kali ini bukan hanya karena cita-cita, namun lebih dari itu. Ya, dia telah mengikuti beberapa kajian mengenai berpacaran, dan interakasi antar lawan jenis. Saat hendak memutuskan menerima sang lelaki yang ia cintai dan berpacaran dengan lelaki tersebut ia tiba-tiba mengingat sebuah kalimat yang ia dengar saat disampaikan dalam kajian yang pernah dia ikuti “barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik”. Kalimat itu menjadi kekuatan baginya , dia memutuskan untuk tidak menerima lelaki yang ia cintai, dia melepaskan apa yang seharusnya dilepaskan, walau sebenarnya perasaan itu ada namun ia meyakini ganti yang lebih baik itu pasti ada.
Seiring berjalannya waktu ia sadar ganti itu sudah nampak , ia dimudahkan dalam menuntut ilmu oleh Allah, ia juga diberikan teman-teman yang memiliki keyakinan yang kuat dalam ajaran agamanya. Alhamdulillah di semester satu dan empat wanita itu medapat IPK 3.7 itu semua bukan karena usahanya, tetapi itu karena petunjuk dari Allah. “Ihdinassiratal mustakim” Petunjuk jalan yang lurus. “Tidak perlu ragu untuk memulai sesautu yang baik , dan tidak perlu ragu untuk meninggalkan sesuatu,  jika itu memang tuntutan agama, karena sesungguhnya Al-Quran menjadi suatu kitab yang diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk jalan bagi kita umat muslim. Tetaplah belajar , dirinyapun begitu J BERBANGGALAH , DAN JANGAN MALU UNTUK MENUNJUKAN BAHWA KAMU SEORANG MUSLIM DAN MUSLIMAH J