Assalamualaikm wr wb. . .
            Perkenalkan nama saya Qarina mahasiswa S1 di Universitas Mataram, kalau kalian melihat perkumpulan cewek-cewek jilbab panjang, jalan agak menunduk, memakai tas ransel yang kelihatannya berat-berat tetapi tidak tau lah apa isinya, mungkin salah satunya adalah saya “ Bq. Qarina syafira ” cewek manis dengan tubuh agak gemuk, berkawat gigi dan memakai kacamata. Kalau kalian bertemu dengan orang yang ciri-cirinya kayak di atas, jangan lupa di sapa ya, hehe.
            Kisah hijrah ini akan saya mulai pada saat saya duduk di bangku SMA kelas 2, saat itu sebagai seorang remaja tentunya wajar kalau saya merasa tertarik dengan lawan jenis, namanya Andre cowok tampan yang menjadi idola para wanita di SMA saya waktu itu. Saya secara tidak sadar sering memperhatikan dia, hingga suatu hari saat saya sedang asyik melihat dia ngobrol dengan temanya dia menengok ke arah saya, saya menjadi salah tingkah waktu itu. Malam harinya saya menerima sebuah sms dari nomor yang tidak saya kenal yang bertulis “Assalamualaikm salihah, lagi apa ?”, kemudian saya membalas sms itu dan ternyata itu adalah andre dan saya tidak tahu dari siapa dia mendapatkan no hp saya. Malam-malam berikutnya saya selalu mendapat sms dari andre, dan pada akhirnya saya juga kurang tau sebabnya apa saya jadian sama dia. Dia slalu mengingatkanku untuk bangun solat tahajjud, solat duha, ngaji dan hal-hal yang bermanfaat lainnya hingga saya merasa sangat senang dan nyaman bersama dia, hari-hariku selalu di penuhi dengan telpon dan sms dari dia.
            Tidak terasa sudah lebih satu tahun saya pacaran sama andre, hingga suatu hari dia tiba-tiba mengatakan “hubungan kita tidak bisa di pertahankan karena saya akan melanjutkan sekolah ke luar negeri dan sangat sulit bagi kita untuk saling menghubungi”.  Saya merasa hati saya sangat hancur saat itu saya sangat merasa lemah, tidak mau makan dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan sedang besok adalah hari saya tes masuk ke perguruan tinggi. Dengan sangat tidak bersemangat pagi harinya saya harus tetap pergi tes masuk perguruan tinggi, saya berusaha maksimal untuk melawan rasa sakit di hati dan rasa pusing menjawab soal-soal tes itu secara bersamaaan, sungguuh peristiwa yang tidak seharusnya terjadi.
            Setelah satu bulan berlalu, tanpa ada telpon dan sms dari dia lagi dan hari ini adalah hari pengumuman kelulusan masuk perguruan tinggi. Saat itu saya sedang tegang-tegangnya membuka internet untuk melihat pengumuman ke lulusan, tiba-tiba hpku bergetar tanda satu pesan masuk dengan malas saya membuka pesan itu dan ternyata dari andre yang bertuliskan “ selamat ya, kamu lulus di UNIVERSITAS MATARAM” , saya heran melihat sms itu dan setelah saya priksa di internet ternyata benar saya lulus di UNIVERSITAS MATARAM, tapi saya tidak membalas pesan itu.
            Ini adalah hari pertama saya ke kampus, bertemu dengan teman-teman baru dan tentunya suasana baru. Saat itu saya di ajak unttuk daftar organisasi islam yang ada di kampus saya sama teman-teman, karena lumayan banyak yang daftar akhirnya saya juga ikut daftar. Di kampus baru saya ini di adakan sebuah kegiatan pembinaan agama selama stu semester yang di sebut mentoring, yaitu kegiatan berkumpul membentuk lingkaran dengan seorang kakak mentor yang memimpin.  Setiap pekan kami selalu bertemu dan membahas materi tentang islam dan mengevaluasi hafalan serta amalan yaumiyah kami, dengan adanya tugas tersebut hari-hari yang aku jalani menjadi lebih bermakna ditambah lagi kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh organisasi keagaan yang saya ikuti membuat saya semakin paham dan mengerti hakikat hidup ini.
            Tidak terasa hampir 3 bulan saya menjadi seorang mahasiswa, saya sudah tidak memikirkan tentang andre lagi, hingga suatu hari saya mengikuti sebuah kajian muslimah di sana dibahas tentang pacaran, bagaimana di dalam islam itu tidak ada yang namanya pacaran karena jelas- jelas dalam Al-qur’an dikatakan jangan mendekati zina dan salah satu cara mendekati zina yaitu pacaran, dalam hati saya terbesit selama saya pacaran sama andre sama sekali saya tidak pernah melakukan hal-hal yang di larang apalagi mau pegang-pegangan jalan berdua saja tidak pernah. Akhirnya setelah selesai materi saya memutuskan untuk bertanya, pertanyaan saya seperti ini “tadi kan ustzah bilang klau salah satu hal yang mendekati zina adalah pacaran, terus bagaimana hukumnya jika ada orang yang pacaran tapi tidak pernah pegang-pegangan dan tidak pernah jalan berdua, apa itu tidak boleh juga ?”, akhirnya giliran pertanyaan saya yang akkan di jawab oleh ustzah, ustzah berkata “zaman sekarang memang banyak orang yang menganngap dirinya ppacaran islami padehal jelas-jelas di dalam islam tidak ada yang namanya pacran,mereka banyak berkilah dengan mengtakan pacaran adalah cara untuk saling mengenal padehal dalam islam ada yang namanya taaruf, dan yang lebih lucunya lagi seperti pertanyaan adek mereka mengatakan kami kan pacran tapi tidak ngapa-gapain ? yaudah jawab aja kalau tidak ngapa-ngapain trus ngapain pacaran ? mereka sering kali mengartikan zina itu hanya pada hubungan badan saja padehal setiap anggota tubuh itu punya bagian zinanya masing-masing,zina mata adalah pada saat engkau saling berpandangan dengan penuh perasaan sama lawan jenis kemudian zina hati saat kamu selalu memikirkan dan membayangkan tentang si dia dan zina telinga saat kamu membicarakan sesuau yang tidak semestinya dengan orang yang bukan mahram,jadi kalu ada orang pacaran dan mengatakan dirinya tidah berbuat zina itu mustahil, kalian pasti percaya kan kalu jodoh itu adalah cerminan dirimu jadi jika kamu baik yakinlah kalu jodohmu itu orang baik juga dan jika kamu orang yang berpacaran maka jangan heran kalau jodohmu nanti juga orang yang suka pacaran,bagaimana dek sudah ngerti ?”, saya sangat tertegun mendengar jawaban dari ustazah sampai saya mengangguk pelan tanda saya menerima jawabannya.
            Malam harinya saya teringat lagi dengan kata-kata ustzah yang menjawab pertanyaan saya tadi, saya semakin merenung dan menyajadari kalau apa yang saya lakukan selama ini dengan andre adalah salah, saya bersyukur karena dia harus pergi sekolah ke luar negeri sehingga tidak bisa lagi berhubungan dengan saya, saya sangat-sangat bersyukur karena baru sekarang saya menyadari betapa Allah sangat mencintai saya sehingga saya akhirnya di pisahkan dengan andre. Sejak saat ini saya bertekat untuk tidak pacaran lagi, saya bertekat untuk selalu memperbaiki diri dan tidak memikirkan tentang jodoh lagi karena jodoh adalah cerminan diri saya, saya harus selalu meningkatkan kualitas akhlak dan ibadah saya bukan karena jodoh tapi karena ingin mendapatkan ridha-Nya, kalau kita sudah mendapatkan ridha-Nyan insyaallah segala urusan pasti akan di permudah, semangat berhijrah wahai para muslimah. Semoga cerita saya ini memberi inspirasi bagi kawan-kawan muslimah dimanapun kalian berada. J
Wassalamualaikm wr wb. . .