Bismillah
Assalamualaikum wr.wb sahabat tafa
Dicerita yang akan kutulis. Aku, Humaira akan membagikan kisahku tentang sebuah perasaan berharap pada cinta yang salah. Dia,, dia yang beberapa tahun lalu aku kenal,lebih tepatnya ketika aku masih beranjak kelas 2 SMA. Aku dan kedua sahabatku setiap hari selalu menghabiskan waktu jam istirahat dengan pergi keperpustakaan yang letaknya tidak jauh dari kelas hanya untuk mengusir kepenatan dengan tidur disana, karena dirasuki rasa kelelahan dan sudah terlanjur bosan selama berjam-jam duduk manis mendengarkan seorang guru yang hatinya sungguh mulia menjelaskan satu demi satu materi sampai selesai. Disanalah awal perkenalanku dimulai dengannya, disebuah bangku perpustakaan yang berada disebelah pojok kanan yang selalu aku dan kedua sahabatku tempati seakan-akan sebagai rumah ketiga setelah kelas. Namun pada hari itu dia yang berada disana sedang menghitung uang untuk membayar denda buku yang hilang dikelasnya sendiri, ternyata uangnya kurang dan akhirnya meminta bantuan kepada kita bertiga. tapi kedua sahabatku uangnya habis. Jadi akulah yang membantunya, kebetulan juga aku masih punya uang yang tersisa. Setelah itu dia memperkenalkan dirinya dan meminta nomor handphoneku yang katanya biar bisa menghubungiku untuk mengganti uang tersebut. Padahal aku sudah mengatakan ikhlas membantumu dan jumlah uangnya juga tidak banyak jadi tidak perlu diganti. Tapi dia tetap bersikeras meminta nomor handphoneku, yah dengan terpaksa akupun memberinya.

Selepas maghrib, ada nomor baru yang tidak aku kenal mengirimkan pesan yang berkata: "Cahaya cinta kini datang dari senyuman manismu, pandangan matamu bagaikan sinar bulan yang menerangi hatiku". Akupun bingung dan mengabaikan pesan itu, karena mau aku balas dan berbalik tanya maaf ini siapa ya? Aku nggak punya pulsa (memang jarang isi pulsa sih wkwkwk). Yah akhirnya aku ngedumbel sendiri dan menebak-nebak ini orang siapa sih iseng banget ngerjain dikira aku bakalan teriak-teriak,lompat-lompat kayak kodok sambil jungkir balik bilang so sweet gitu? Enggak!!! (ini lebay amat deh wkwk)
Keesokan harinya, ditempat biasa diperpustakaan aku tanpa sengaja bertemu dengan dia orang yang aku bantu kemarin. Dia langsung menanyakan kenapa tidak membalas pesanku. Ooh jadi itu kamu (ngomong dalam hati :D) maaf nggak punya pulsa begitu jawabku (singkat,padat dan jelas :D). Setelah hari itu dia selalu mengirimkan pesan berkali-berkali namun tak kunjung dibalas dan akhirnya aku merasa kasihan, akupun isi pulsa (tapi berhutang :D) dan mulai membalas pesannya. Semenjak sering sms san setiap hari aku dan dia semakin kesini semakin dekat. Dia baik,ramah,penuh perhatian,selalu mengingatkan sholat,makan,dan selalu memberikan semangat. Itu yang membuatku mulai merasa nyaman dengannya. Bahkan dia mengatakan kalau aku adalah makmumnya dan dia adalah imam. Sungguh aku seperti terbang tinggi tatkala dia berkata seperti itu.itulah panggilan kesayangan yang ia berikan untukku dan selalu memberikanku sebuah puisi cinta dan kata-kata manis yang romantis banget.
Dan semenjak itu aku merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada diriku yang sebelumnya tidak pernah seperti ini. Ada getar tak bernada,jantungku berdetak kencang,panas dingin didekatnya,siang malam memikirkannya (lama-lama bisa gila nih wkwk). Apa benar ini cinta cintaaa.. oh tolong diriku inikah rasanya cinta.. cinta pertama. Yap aku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Aku dan dia tidak berstatus apapun hanya teman namun selayaknya seperti orang yang berpacaran pada umumnya. Tetapi kedua sahabatku dan teman-teman kelas beranggapan kalau aku dan dia berpacaran (padahal mah aku sudah kasih tau, nggak percaya semua hiks hiks :'D). Benih-benih cinta itu semakin tumbuh bersemayam dihatiku dan aku semakin berharap lebih ingin mempunyai status pacaran yang terikat diantara aku dengannya, semacam rasa ingin memiliki dia sepenuhnya.
Sesuatu yang tak terduga itupun terjadi. Dia,, dia orang yang aku harapkan selama ini ternyata berpacaran dengan adik kelas sesama organisasinya. Aku mengetahui hal itu dari sahabat lamaku yang sekaligus tempat aku berbagi cerita,sekaligus berkeluh kesah. Jangan tanya perasaanku waktu mengetahui hal itu,sungguh hatiku seperti disambar petir dan seketika cairan bening itu tumpah dengan derasnya membasahi pipi ini. Yah aku menangis,menangisi dia orang yang membuatku terbang tinggi namun ternyata menjatuhkanku kedasar jurang tanpa memperdulikan perasaanku yang terluka karena terlalu berharap ini. Lalu apa arti semua kata-kata manismu itu,puisi-puisi cinta,dan panggilan kesayangan yang kau berikan. Apa ini hanya sebuah permainan hati yang bermodal dusta (modus) semata dan aku sebagai korbannya. Kenapa, kenapa harus aku yang dijadikan korban ?
Memang ini salahku yang tidak bisa mengelola perasaanku. Sekitar 1 tahun lebih aku masih tersiksa oleh sebuah pengharapan. Aku tahu butuh waktu untuk melupakanmu. Butuh jutaan detik untuk melepaskan perasaan yang sudah terbelenggu ini. Meski terkadang kenangannya masih terus bergentayangan,mengganggu malam-malam. Namun pada akhirnya Allah menunjukkan sebuah jalan melalui "Dunia Jilbab". Aku mengenalnya dari beranda facebook, waktu itu ada konten saran kiriman yang bisa disukai.well, saat itu aku membaca salah satu tulisan yang berkata:
Ada kalanya hati terluka karena hambaNya
Ada kalanya hati kecewa karena hambaNya
Ada kalanya hati menangis karena hambaNya
Semua itu hadir karena pengharapan yang lebih banyak pada hambaNya
Tetapi,
Apabila pengharapan itu engkau berikan seutuhnya kepada Rabb maha cinta
Maka tak akan ada tangismu,kecewamu,terlukamu karenaNya
Yang ada hanyalah kebahagiaan
Karena Dia-lah sebaik-baik tempat pengharapan
Seketika itu juga aku mulai disadarkan dan belajar untuk ikhlas menerima semua yang telah terjadi pada diriku. Walau hati yang dulu kau genggam ini sudah kau patahkan, aku akan tetap mencoba memaafkan. Meski benar bahwa memaafkan tak bisa merubah masa lalu,tapi setidaknya ia bisa memperbaiki masa depan. Setelah itu aku semakin sadar sesadar sadarnya orang sadar dari buku pertama "Dunia Jilbab" berjudul Kutinggalkan Dia Karena Dia. Yang aku beli sekitar bulan februari lalu. Semua isi buku itu menampar keras hatiku yang banyak melakukan dosa dengan berharap keselain Dia, padahal Allah lah tempat sebaik-baik pengharapan. Aku menangis meratapi semua kesalahanku dimasa lalu, namun Allah begitu baiknya menunjukkan jalan yang benar. Bahwa pertemuan dengan dia adalah jalan untuk semakin dekat dengan Dia. Alhamdulillah aku bersyukur bisa berdamai dengan hatiku dan berpindah dari satu hati ke pemilik hati yaitu ALLAH SWT.
Hati mudah sekali jatuh ditempat yang salah.
Allah tidak ingin melihat kita sedih
Allah tidak ingin melihat kita menangis karena kebodohan kita sendiri
Yang masih selalu berharap pada sosok manusia
Yang mudah sekali tertipu dengan perkataan manisnya
Ketika tidak bisa menjaga hati,maka akhirnya patah hati
Jika tidak ingin terlukai perasaannya,maka jagalah hatimu.
Semoga Allah menjatuhkan cinta kepada pemilik tulang rusuk yang digunakan untuk menciptakanmu. Aamiin ya rabb  :)
Salam hijrah