Assalamu’alaikum..

Seperti halnya kebiasaan orang pada umumnya diawal pertemuan selalu diawali dengan perkenalan karena jika tidak kenalan maka kita tak akan kenal. Kenalan menghilangkan rasa canggung dan membuat lebih akrab. Maka dari itu izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Baiq Etika dari program studi budidaya perairan universitas mataram dan sekarang sudah masuk semester V. Saat ini jilbabku memang tidak berlapis dan panjang, pakaianku juga tidak semuanya bergamis tapi Alhamdulillah masih longgar. Aku dulu orangnya masih sama dengan perempuan pada umumnya sangat senang dipuji ketika menampakkan rambutku yang terurai dengan indahnya. Aku mulai merasakan memakai jilbab setiap hari ketika mulai sekolah di SMA karena tuntutan yang mewajibkan, tapi begitu pulang sekolah jilbab sudah terbuang melayang keatas tempat tidur.
Berani berhijrah…
Aku masih belajar!! :-D
Perubahan itu ada ketika aku mulai kuliah. Masih kuingat dengan jelas ketika pertama kali masuk ke UNRAM saat itu aku dibuat terkejut dengan ukhti-ukhti shalihah yang memakai hijab syar’i dan cadaran lalu lalang dijalan-jalan kampus. Ya Allah ternyata UNRAM religi seperti ini? Tidak pernah kusangka sama sekali. Aku  juga masih ingat ketika pertama kali masuk ke masjid Babul hikmah, saat itu masjid masih dalam keadaan sepi mungkin karena masih pagi dan mahasiswa sibuk dengan jadwal kuliah. Waktu itu, habis selesei sholat duha tanpa sadar aku tertidur, entahlah berapa lama tertidur namun yang membuatku terbangun mendengar suara-suara sumbang. Ternyata didekat tempatku tertidur itu aku melihat ukhti-ukhti shalihah sedang duduk membentuk lingkaran kecil didekat kelambu pembatas yang ada dimasjid dan semakin kuperhatikan ternyata ada suara ikhwan dan asalnya dari balik kelambu itu. Lalu aku bangun dan duduk, masih tetap kuperhatikan mereka jujur aku penasaran. Setelah selesai  ada salah satu dari ukhti itu melihatku sambil tersenyum lalu duduk didekatku, tidak kusia-siakan kesempatan itu untuk bertanya tentang kegiatan yang mereka lakukan tadi. Dengan tutur kata yang lemah lembut dia menjelaskan padaku kalau itu namanya halaqoh dan sepertinya dia tahu kalau waktu itu aku Maba lalu dia menceritakan sekilas tentang organisasi LDK. Jujur saat itu aku takjub melihat cara mereka berinteraksi.   
Karena hal itu aku sangat senang jika ada kegiatan-kegiatan kajian, waktu itu yang paling sering kuikuti kegiatan mentoring untuk Maba. Dari sanalah aku tahu bahwa jilbab untuk perempuan muslim itu wajib hukumnya karena itu perintah Allah. Mulai ada keinginan untuk memakai jilbab, namun yang paling membuatku tidak percaya diri yaitu pakai rok. ketika libur semester berada dirumah tiap hari belajar pakai. Masih kuingat ketika kakakku yang cowok itu memandangku tersenyum sambil berkata “kamu kok keliatan seperti mak-mak yang mau pergi kasidahan” :-D :-D . Ya Allah ketawa cekikikan dengernya, kakakku itu selera humornya memang tinggi.
Bagiku ini adalah ujian, saat itu orang yang mengajakku untuk menjemput hidayah Allah dan mengajari untuk istiqomah menutup aurat tergoda. Setelah mulai mengenal lebih dekat, aku terkejut begitu tahu ternyata masih pacaran. Tanpa disadari Jilbab syar’i makin hari menjadi mengecil. Ya Rabb.. aku kecewa!!. Kecewa karena telah menjadikannya inspirasiku. Teman-teman seperjuanganku seperti itu juga sulit sekali untuk bisa istiqomah. Dan terkadang aku juga takut tidak bisa istiqomah, berharap semoga Allah akan selalu menolongku. Manusia tercipta sepaket dengan kelemahan dan kelebihan masing-masing termasuk mereka dan aku juga. Melihat hal yang tidak baik dalam akhlaknya memang membuatku kecewa tapi aku bersyukur  dipertemukan dengannya yang pernah mengajakku dalam hal kebaikan, mengingatkan akan kewjibanku sebagai seorang muslim untuk menutup auratku.