Imam Syafi'i rahimahullah menasehati tentang berdebat dengan orang bodoh.
Beliau berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan
“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”
Diceritakan bahwa Imam Syafi'i setiap berdebat dengan ulama (baik)  lain beliau selalu menggunakan adab dan sopan santun serta tidak mencela lawannya.
Adalah Abu Utsman, putranya pernah mengatakan: “Aku sekali-kali tidak pernah mendengar ayahku mendebat seseorang dengan meninggikan suaranya.” (Tahdzibul Asma’ Wal Lughat, hal. 66, vol.1).
Ahmad bin Kholid bin Kholal berkata:
“Aku mendengar Syafi’i berkata, “ketika aku mendebat seseorang aku tidak menginginkan dia jatuh kepada kesalahan.” (Tawaliyut Ta’sis, hal. 65)
Imam Syafi’i sendiri juga pernah berkata:
“Aku berdebat tidak untuk menjatuhkan orang.” (Tahdzibul Asma Wal Lughat, hal 66, vol.1)
Sumber: Tahdzibul Asma’ Wal Lughat, hal. 66, vol.1;  Tawaliyut Ta’sis, hal. 65;