LAA TABARRUJ



وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.(Al-Ahzab (33); 33)

        Salah Satu sorotan bagi wanita adalah tentant Tabarruj. Sifat ini banyak ditemukan pada wanita zaman sekarang, bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup wanita masa kini.

       Kata Tabarruj mempunyai dua makna dasar. Petama, buruj wa zhuhur, artinya tampak atau muncul. kata tersebut digunakan untuk menunjukkan bola mata indah setiap wanita. makna kedua adalah sengaja menampakkan kecantikan da perhiasannya kepada laki-laki. Makna kedua inilahdimaksud dalam surah Al-Ahzab ayat 33. Sebab, Surat diatas berkaitan dengan istri Rasulullah, bahwa para istri Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang memiliki kedudukan berbeda dengan kebanyakan wanita lain. Allah Subhanahu wa ta'ala Mengajari dan mengingatkan para istri Rasulullah tentang hal-hal kewanitaan, seperti berpakaian, memakai perhiasan, dan batasan bersolek supaya tidak memancing syahwat kaum lelaki yang bukan mahram.

        Beberapa pendapat para Mufasir menyoroti tentang makna tabarruj. Pendapat Mujahid tentang Tabarruj

Perilaku seorang wanita yang keluar rumah dan berjalan bersama lelaki yang bukan mahramnya itulah tabarruj.

Adapun Muqatil berkata,

Sesungguhnya tabarruj adalah memuka kerudung dengan sengaja untuk menampakkan auratnya,baik berupa kalung, anting-anting, maupun dan leher. Semua perilaku tersebut dikategorikan tabarruj.

Ibnu Abbas Radhiallahu anhu mengatakan bahwa tabarruj adalah ajang pertemuan pria dan wanita yang mengumbar aurat dan syahwat untuk menarik lawan jenis.

        Dari makna yang didefinisikan para ulama tersebut , dapat diambil simpulan hukum tentang bentuk tabarruj yang haram:

  1. Berhias diri unutk laki laki yang bkan mahram dengan tujuan memamerkan kecantikannya.
  2. Menampakkan perhiasan seperti kalung, anting-anting, gelang kaki, atau gelan tangan kepada khalayak.
  3. Berkumpul dan membaur bersama lakilaki yang bukan mahram di suatu hajat atau pesta yang mengumbar syahwat.
  4. Memakai pakaian yang tidak sesuai syariat islam (syar'i)


      Perbuatan tabarruj sanagat keras diharamka bagi wanita muslimah, siapapun dan dimanapun. Jika ada seorang melakukan hal tersebut maka ia telah bermaksiat kepada Allah.

      Akan tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua berhias diharamkan. ada juga berhias yang hukumnya sunnah, bahkan wajib, yaitu tak kala dihadapan suami tercinta, sebab suami adalah orang yang berhak melihat kecantikan istrinya secara sah berdasarkan hukum islam.

Referensi : Qomaruddin Awwam (Jakarta : Fiqih wanita Pedoman Rumah Tangga dan Pendidikan Anak,2017)