Doa memohon keteguhan hati (1)

Rasululloh mengajarkan akan kita senantiasa berdoa kepada Allah dzat pembolak-balik hati. Agar kita ditetapkan dan diteguhkan hati kita di atas agamanya ini. Agar kita senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam dan dalam melaksanakan amal-amal ketaatan kepada Allah Ta’ala.

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻟَﺎ ﺗُﺰِﻍْ ﻗُﻠُﻮﺑَﻨَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﺇِﺫْ ﻫَﺪَﻳْﺘَﻨَﺎ ﻭَﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻟَﺪُﻧْﻚَ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏُ

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).

Doa memohon keteguhan hati (2) 

ﻳَﺎ ﻣُﻘَﻠِّﺐَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﺛَﺒِّﺖْ ﻗَﻠْﺒِﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻚَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.

Artinya: "Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792). 

Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan , iffah dan Kekayaan 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Artinya : " Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan"(HR. Muslim no. 2721, At Tirmidzi no. 3489, Ibnu Majah no. 3105, Ibnu Hibban no. 900 dan yang lainnya).

Do’a Berlindung dari Akhlak, Amal dan Hawa Nafsu yang Mungkar

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

" Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar"(HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)

Doa Memohon Khusnul Khotimah

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ وَلاَتَجْعَلْنَاسُوْءَالْخَاتِمَةِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَاُمُوْرِنَااَوَاخِرَهَاوَخَيْرَاَعْمَالِنَاخَوَاتِمِهَاوَاجْعَلْ خَيْرَاَيَّامِنَايَوْمَ نَلْقَاكَ

Allaahumma innaa nas-aluka husnal khaatimati walaa taj’alnaa suu-al khaatimati. Allaahummaj’al khaira umuurinaa awaakhirihaa wa khaira a’maalinaa khawaa timihaa waj’al khaira ayyaa minaa yauma nalqaaka.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada Engkau akhir kehidupan yang baik. Dan janganlah Engkau jadikan bagi kami akhir kehidupan yang buruk. Wahai Allah, jadikanlah sebaik-baik usia kami pada akhirnya. Sebaik-baik amal kami pada penutupnya. Dan jadikanlah sebaik-baik hari kami pada saat kami berjumpa engkau"

Doa berlidung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', jiwa yang ridak merasa luas, dan daru doa yang tidak didengar

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

Artinya :“Ya Allah … aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari doa yang tidak didengar (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud no. 1548, An-Nasa’i no. 5536, dan Ibnu Majah no. 3837 )