Assalamu’alaikum warahmatuulahi wabarakatuh 

Mengenai Alquran, tentu semua umat muslim mengetahuinya bahkan tidak sedikit orang nonmuslim mengenal al-Quran. Alquran adalah pedoman hidup bagi manusia, yang mana berisi petunjuk-petunjuk yang akan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Al-Quran adalah firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. Dengan cara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan dan 22 hari. 

Sebelum menerima wahyu, nabi Muhammad mendapatkan mimpi yang benar yang dilihatnya di waktu terjaga. Wahyu pertama beliau terima di Gua Hira Ketika beliau sedang bertapa yang berbunyi “Iqra’”. Nabi Muhammad selalu memikirkan cara menyeru kaum jahiliyah agar menyembah Allah dan memperbaiki mental kepercayaan dan budi manusia yang rendah. Saat beliau tengah memikirkannya di gua Hira, datanglah seorang laki-laki yang tak dikenal yang tak lan adalah malaikat Jibril lalu memeluk beliau dengan sangat erat seraya berkata: 

“Bacalah hai Muhammad” jawab Muhammad “Saya tidak pandai membaca” kamudian laki-laki itu melepas pelukannya namun Kembali melakukannya dan berkata “Bacalah hai Muhammad” namun nabi Muhammad Kembali mengatakan “Saya tidak pandai membaca”. Perlakuan ini terjadi berung-ulang dan barulah laki-laki itu mengajarkan nabi Muhammad surat Iqra sampai beliau hafal. Surat Iqra yang diajarkan tidak semuanya, namun dimula dari ayat 1-5 dan berangsur-angsur sampai ayat terakhir yaitu surat Almaidah ayat 3 yang diturunkan pada waktu asar di hari jum’at Ketika beliau sedang melaksanakan haji Wada’ (musim haji terakhir) di padang Arafah. Setelah turunnya wahyu pertama itu, terhentilah turunnya wahyu untuk waktu yang lama, ada yang mengatakan 3 bulan ataupun lebih dari itu. Lalu wahyu kedua turun saat beliau tengah berjalan-jalan di suatu tempat sekonyong-konyong terdengarlah oleh nabi suatu suara yang berbunyi: “Ya Muhammad, engkau benar utusan Allah”. Mendnegar suara itu, nabi Muhammad bergegas pulang kerumah lalu meminta diselimuti. Ketika berselimut maka turunlah surat al-Muddatsir ayat 1-7 yang artinya “Hai orang yang berselimut, berdirilah dan beri khabar takutlah. Tuhan engkau besarkanlah, pakaian engkau sucikanlah, dan apa-apa yang membawa dos aitu, jauhilah. Janganlah engkau memberi dengan mengharapkan balasan yang banyak, kerjakanlah perintah Allah dengan bersabar”. Sejak saat itu, mulailah nabi Muhammad berdakwah dengan sembunyi-sembunyi yang disertai dengan turunnya wahyu karena suatu sebab ataupun memberi petunjuk dan pedoman bagi kaum muslimin. 

Keistimewaan-keistimewaan Al-Quran Al-quran dimulai dari surat al-Ftihah dan diakhiri dengan surat an-Naas, bernilai ibadah bagi siapa saja yang membacanya. 


“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Quran maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan aliflammim ialah satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (H.R. Bukhari). 

Keistimewaan al-Quran sebagai berikut: 

1. Tidak sah sholat seseorang kecuali dengan membaca Sebagian ayat al-Quran (yaitu surat al-Fatihah). “Tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca surat al-Fatihah” (H.R. Bukhari-Muslim). 

2. Alquran terpelihara dari tahrif (perubahan) dan tabdil (pergantian), sesuai dengan surat al-Hijr:9. Tidak seperti kitab-kitab lain yang sudah banyak dirubah oleh pemeluknya. 

3. Al-Quran terjaga daripertentangan/kontradiksi (apa yang ada di dalamnya) sesuai dengan firman Allah surat An-Nisa’:82. 

4. Al-Quran mudah untuk di hafal 

5. Al-Quran merupakan mukjizat sehingga tidak seorangpun mampu mendatangkan yang semisalnya. 

6. Al-Quran mendatangkan ketenangan dan rahmat bagi siapa saja yang membacanya, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. Yang artinya “Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam suatu majlis membaca kitab Allah kecuali turun pada mereka ketenangan dan diliputi oleh rahmat dan dikerumuni oleh malaikat dan Allah akan menyebutkan mereka di hadapan para malaikatnya” (H.R. Muslim). 

7. Al-Quran bagi orang yang hidup karena amalan membaca al-Quran bagi orang yang membacanya kecuali seorang anak yang membacakan al-Quran bagi orang tuanya. 

8. Al-Quran sebagai penawar (obat) hati daro penyakit syirik, nifak dan yang lainnya. Seperti al-Fatihah, an-Naas, al-Falaq, dan lainnya untuk mengobati badan. 

9. Al-Quran akan memintakan syafaat kepada Allah bagi orang yang membacanya. Begitu juga al-Quran akan memberikan perlindungan bagi yang membacanya di aam kubur. 

10. Al-Quran sebagai hakim bagi kitab-kitab sebelumnya. 

11. Berita al-Quran pasti benardan bersifat adil, yaitu benar dalam pengkabaran dan adil dalam perintahnya, sehingga setiap yang dikabarkan al-Quran adalah benar yang tidak ada kebohongan dan keraguan di dalamnya. Setiap yang diperintahkan al-Quran adalah adil yang tidak ada keadilan sesudahnya, dan setiap yang dilarang alQuran adalah bathil, karena al-Quran tidak melarang suatu perbuatan kecuali di dalamnya terdapat kerusakan. 

12. Dalam al-Quran terdapat kisah-kisah yang nyata bukan khayalan. 

13. Al-Quran memenuhi kebutuhan manusia baik untuk dunia maupun untuk akhirat. 

14. Al-Quran memiliki pengaruh yang kuat terhadap jiwa manusia dan jin. Sehingga Walid bin Mughirah berkata: “Demi Allah, ini bukanlah syair dan bukan sihir serta bukan pula igauan orang gila, dan sesungguhnya ia adalah kalamullah yang memiliki kemanisan dan keindahan. Dan sesungguhnya ia (al-Quran) sangat tinggi (agung) dan tidak ada yang melebihinya (Ibnu Katsir juz 4 hal. 443). 

15. Orang yang mahir membaca al-Quran Bersama para malakat yang mulia, sedang orang yang membaca al-Quran dengan tertatih-tatih dan ia bersemangat maka bagsinya dua pahala (H.R. Bukhari-Muslim). 

16. Al-Quran memeberi petunjuk dan kabar gembira. 

Refrensi: e-book keistimewaan-keistimewaan al-Qur’an oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dari makalah Min Khashaish Al-Qur’an Al-Karim.