SOP PENGUNDURAN DIRI DARI KEPENGURUSAN 

  1. Pengurus yang hendak mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan melapor ke koordinator kaderisasi (ikhwan/akhwat). 
  2. Koordinator kaderisasi (ikhwan/akhwat) meminta persetujuan ke murobbi pengurus yang bersangkutan. 
  3. Jika murobbi menyetujui maka koordinator kaderisasi (ikhwan/akhwat) melapor ke ketua umum/ koordinator keputrian untuk menundaklanjuti, jika murobbi tidak menyetujui maka pengajuan ditolak. 
  4. Jika pelaporan ditindaklanjuti oleh ketua umum/ koordinator keputrian, maka diadakan diskusi dengan DPO untuk menentukan dan memutuskan apakah pelaporan pengajuan pengunduran diri diterima atau ditolak. 
  5. Koordinator kaderisasi (ikhwan/akhwat) menyampaikan keputusan pengajuan pengunduran diri pada pengurus yang bersangkutan. 
  6. Jika pengajuan diterima maka pengurus yang bersangkuatan meminta surat pengajuan pengunduran diri ke sekretaris umum/ sekretaris keputrian. 
  7. Sekretaris umum/sekretaris keputrian membuat dan menyerahkan surat pengajuan pengunduran diri kepada pengurus yang bersangkutan. 
  8. Pengurus yang bersangkutan menyerahkan surat permohonan pengunduran diri dari kepengurusan kepada ketua umum/ koordinator keputrian. 
  9. Ketua umum mengkonfirmasi bahwa pengurus yang bersangkutan dinyatakan keluar dari kepengurusan dengan menerbitkan surat pemberhentian dari kepengurusan.